Introduction

Hoia, readers! 

    Di bagian pengantar singkat ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai blog dan tulisan-tulisan saya. Bak kata pepatah, "Tak kenal, maka tak sayang; tak sayang, maka tak cinta". Oleh karena itu, sudilah kiranya para pembaca nan budiman membaca perkenalan singkat dari saya, orang di balik tulisan-tulisan di blog ini. 

Kilas Balik 

        Sebenarnya, saya sudah menulis sejak SD. Menulis catatan harian di binder A5, yang orang-orang sebut sebagai buku diary. Kemudian, setelah saya memiliki handphone pertama kali (sekitar 2017), saya pun mulai beralih dari menulis konvensional ke digital. Saya mulai mencoba menulis di notes handphone dan mencoba banyak aplikasi menulis yang tersedia secara gratis di PlayStore

        Hingga akhirnya saya bertemu dengan aplikasi oranye ini di 2018, yang pada awalnya saya unduh hanya karena penasaran. Benarlah apa dikata, aplikasi ini tidak pernah saya gunakan lima tahun lamanya sejak saya mengunduhnya pertama kali. Hingga akhirnya, this orange thingy baru saya gunakan di 2023, untuk tugas akhir mata kuliah Pengantar Studi Pemikiran Islam. 

Ruang Minda: Ruang Pikiran & Perasaan 

        Pada awalnya, saya kebingungan mencari nama yang pas untuk Blog saya ini. Kalau pakai nama pribadi, terlalu mainstream, apalagi dikombinasikan dengan angka-angka dan berbagai simbol. Berbagai kombinasi nama sudah saya coba, hingga akhirnya saya putuskan bahwa harus ada kata "ruang" di sana. Barulah kemudian saya cari padanannya, mulai dari (ruang) cerita, hati, perasaan, hingga pikiran (yang pada akhirnya diikuti oleh beberapa teman kelas saya). Saya pilihlah "Ruang Pikiran", yang kemudian saya ubah menjadi "Ruang Minda", yang dalam kamus Dewan Bahasa Melayu juga berarti akal fikiran.

        Ruang Minda bukan sekadar nama belaka, bukan pula sekadar blog biasa. Blog ini saya buat sebagai ruang pikiran saya, tempat saya menumpahkan segala keresahan dan ide yang berkeliaran di kepala. Mubazir rasanya jika harta karun itu dibiarkan lenyap begitu saja. Begitupun dengan perasaan (emosi). Bagi saya, segala bentuk perasaanbaik senang, sedih, cinta, kagum, marah, dsb.berhak diperhatikan, serta memiliki ruang tersendiri di dalam diri. Maka dari itu, saya menulis di sini, menyalurkan semua ide dan keresahan yang saya alami. 


"Karena sejatinya, perasaan memengaruhi pikiran, dan pikiran memengaruhi tindakan. Semua hal itu dapat diabadikan dengan tulisan, yang takkan pernah hilang ditelan zaman."
- M. H. A.


Salam, 
Hafidz Arrizki 

 

'Arablish: Mafi Musykilah!

  Khamis, dua puluh tiga hari bulan Juli, dua ribu dua puluh enam. Pukul dua puluh dua lewat enam. Aku sedang menulis catatan harianku yan...