15 November 2023

Nilai-Nilai dan Pengamalan Pancasila dalam Perspektif Mahasiswa

Pengertian, Hakikat, dan Kedudukan Pancasila             

Secara etimologi, Pancasila berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta, yaitu pañca yang berarti lima, dan ṣila yang berarti batu sendi/alas/dasar. Dengan begitu, Pancasila dapat diartikan sebagai lima dasar. Sedangkan secara terminologi, Pancasila diartikan sebagai lima dasar Negara. Terdapat beberapa hakikat pancasila, yaitu Pancasila sebagai jiwa bangsa, kepribadian bangsa, pemersatu bangsa, dan perjanjian luhur bangsa.

Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia memiliki arti bahwa Pancasila berfungsi membimbing bangsa Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai kepribadian bangsa, artinya Pancasila memberikan corak yang khas kepada bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa Indonesia dari bangsa lain. Sementara itu, makna Pancasila sebagai pemersatu bangsa maksudnya adalah bahwa Pancasila mengandung tujuan bangsa.dan Negara untuk merealisasikan sila kelima sehingga Pancasila menjadi alat pemersatu bangsa. Yang terakhir, Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia Memiliki makna yang dimana makna tersebut merupakan keputusan akhir bagi bangsa Indonesia yang harus diamalkan dan dilestarikan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Kedudukan Pancasila mencakup tiga hal, yaitu  kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara, kedudukan Pancasila sebagai ideologi nasional, dan kedudukan Pancasila sebagai falsafah pandangan hidup bangsa. Pancasila sebagai dasar negara bermakna sebagai sumber kaidah hukum konstitusional yang mengatur negara republik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya, yaitu rakyat ,wilayah, dan pemerintah. Sebagai dasar Negara, Pancasila telah terkait dengan struktur kekuasaan secara formal. Pancasila sebagai ideologi berarti Pancasila sebagai pandangan hidup atau sistem nilai dasar yang menjadi landasan bagi negara dan seluruh bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa, artinya kita menjadikan Pancasila sebagai pedoman di setiap hal yang kita lakukan. Jadi sikap kita sebagai warga negara Indonesia juga harus mencerminkan nilai-nilai yang ada pada setiap butir Pancasila.

Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi: Masihkah Relevan Sampai Saat Ini?

Sebelum jauh-jauh membahas relevansi pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, ada baiknya kita telaah pengertian, tujuan, bahkan urgensi mengapa pendidikan Pancasila harus ada dan masih dipelajari di tingkat universitas. Pendidikan Pancasila merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan student centered learning, untuk mengembangkan knowledge, attitude, dan skill mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dalam membangun jiwa profesionalitasnya sesuai dengan program studinya masing-masing dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kaidah penuntun (guiding principle) sehingga menjadi warga negara yang baik (good citizenship). Tujuan dari pendidikan Pancasila yaitu agar mahasiswa mengerti, menghayati, mengamalkan, mengamankan, serta berperan aktif dalam upaya pelestarian Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar Negara Republik Indonesia.

Contoh urgensi pendidikan Pancasila bagi suatu program studi, misalnya yang berkaitan dengan tugas menyusun/membentuk peraturan perundang-undangan. Orang yang bertugas untuk melaksanakan hal tersebut, harus mempunyai pengetahuan, pengertian, pemahaman, penghargaan, komitmen, penghayatan dan pola pengamalan yang lebih baik daripada warga Negara yang lain karena merekalah yang akan menentukan meresap atau tidaknya nilai-nilai Pancasila ke dalam peraturan perundang-undangan yang disusun/dibentuknya. Dengan demikian, pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa amat penting, tanpa membedakan pilihan profesinya di masa yang akan datang, baik yang akan berprofesi sebagai pengusaha/entrepreneur, pegawai swasta, pegawai pemerintah, dan sebagainya. Semua lapisan masyarakat memiliki peran amat menentukan terhadap eksistensi dan kejayaan  bangsa di masa depan.

Nilai-nilai Religius dan Kekeluargaan Pancasila

Nilai spiritual/religius merupakan hal yang fundamental dalam kehidupan manusia, karena nilai ini berhubungan langsung mengenai hubungan Sang Pencipta dengan ciptaannya. Terdapat lima dimensi religius, yaitu dimensi ritual, ideologis, intelektual. Pengalaman, dan  konsekuensi. Dimensi ritual yaitu perilaku keberagamaan yang berupa peribadatan yang berbentuk upacara keagamaan seperti puasa, berdoa, dll. Dimensi ideologis dapat diartikan sejauh mana seseorang menerima hal-hal yang bersifat dogmatis dalam agamanya, seperti keberadaan Tuhan, malaikat, setan dan lainnya. Dimensi intelektual yaitu tentang seberapa jauh seseorang mengetahui, mengerti, dan paham tentang ajaran agamanya. Sementara itu, dimensi pengalaman berkaitan dengan seberapa jauh tingkat Muslim dalam merasakan dan mengalami perasaan-perasaan dan pengalaman religius. Yang terakhir, dimensi konsekuensi berkaitan dengan sejauh mana seseorang itu mau berkomitmen dengan ajar ajaran Islam yang menyeluruh, menyangkut semua sendi kehidupan. Berdasarkan pengertian di atas, di antara nilai-nilai religius Pancasila yaitu percaya kepada Tuhan YME, saling menghargai, saling menghormati, toleransi, dan mencintai makhluk hidup dan lingkungannya.

Nilai kekeluargaan adalah suatu sistem, sikap dan juga kepercayaan yang secara sadar ataupun tidak, mempersatukan anggota keluarga pada satu budaya. Nilai kekeluargaan juga sebagai suatu pedoman untuk perkembangan norma-norma dan peraturan yang terdapat dalam lingkungan keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Dalam konteks Pancasila, terdapat bbrp nilai kekeluargaan yang terkandung di dalamnya, di antaranya yaitu persatuan, gotong royong, keadilan sosial, dan humanisme.

Pancasila dan Mahasiswa: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

            Sebagai mahasiswa, tentunta kitalah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila, di antaranya yaitu, di bidang pendidikan dan pembelajaran, sebagai mahasiswa kita harus menghormati diversitas dan berpartisipasi aktif di kelas. Lalu sebagai warga universitas dan pengurus organisasi kemahasiswaan, kita harus senantiasa menanamkan sikap kepemimpinan yang dilandasi oleh sikap demokratis dan semangat kerja sama serta gotong royong. Lalu berikutnya, di bidang bakti kepada masyarakat, dengan asas kekeluargaan dan saling bantu, mahasiswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan bakti sosial dan banyak kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu, dari segi hubungan dan interaksi dengan orang lainnya, mahasiswa dituntut untuk dapat mengamalkan etika dalam berkomunikasi, dan selalu menggunakan pendekatan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan,

Kesimpulan

            Pancasila lebih dari sekadar dasar Negara. Pancasila hadir sebagai pandangan hidup, falsafah, dan ideologi bangsa. Karena kedudukan Pancasila itulah, Pendidikan Pancasila dirasa perlu diajarkan di tingkat perguruan tinggi. Sebagai falsafah dan pandangan hidup, tentunya pancasila memiliki banyak nilai yang terkandung di dalamnya, di antaranya nilai religius dan kekeluargaan. Selain itu, ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, agar Pancasila tetap terjaga dan lestari.

 

 

Curahan Hati Patah Hati (Lagi)

Di bulan Oktober tahun lalu, saya selesai dengan crush saya semasa SMA dahulu. Perpisahan yang cukup dramatis, karena terpisah jarak dan w...