23 Mei 2024

Mahasiswa Cerdas Bela Negara Dalam Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan

 

Bela negara merupakan topik yang selalu hangat diperbincangkan. Bukan hanya oleh para pakar dan ahli politik saja, saat ini, mulai dari anak sekolahan, mahasiswa, hingga bapak-bapak penjaga Pos Ronda pun turut serta membincangkan topik ini. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat kondisi geopolitik dunia yang dinamis, mulai dari perang secara terang-terangan seperti yang terjadi di Rusia dan Ukraina, perang dagang antara Cina dan Amerika, bahkan hingga perang siber yang marak terjadi di era global seperti saat ini. Perlu diingat, tidak ada satupun orang yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Hal inilah yang membuat bela negara tak akan menjadi topik yang akan basi, atau lapuk dimakan zaman.

Hakikat Bela Negara

Banyak pengertian yang menjelaskan mengenai bela negara, mulai dari undang-undang, hingga pendapat para ahli. Menurut UU No. 56 tahun 2002, bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sementara itu, menurut Sunarso, bela negara mengandung empat esensial yang perlu dibela. Pertama, kemerdekaan dan kedaulatan negara. Kedua, kesatuan dan persatuan bangsa. Ketiga, keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional. Keempat, nilai-nilai dari Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Berdasarkan pengertian di atas, bela negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara dalam menjaga kedaulatan, kesatuan, persatuan, dan kelangsungan hidup bangsa, yang didasari atas kecintaan terhadap negaranya.

Mengapa Harus Bela Negara? 

Ini merupakan pertanyaan dasar sebelum kita mengulik lebih jauh mengenai konsep bela negara. Dari sebuah pertanyaan sederhana, akan menghasilkan jawaban yang tidak terlihat sederhana. Namun, pada artikel ini, tidak akan dibahas konsep bela negara secara mendalam, melainkan hanya membahas kulitnya saja, dan pembahasan akan dititikberatkan pada peran mahasiswa dalam membela negara.

Salah satu jawaban dari pertanyaan di atas ialah, karena Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dipertimbangkan dalam tataran geopolitik internasional. Bagaimana tidak, lokasinya yang strategis, kekayaan alam yang melimpah, serta beragam keunikan dan kekayaan adat dan budayanya yang memberi nilai plus yang menjadikan Indonesia dipandang di mata dunia. Indonesia bukan hanya sekadar ‘pemimpin’ ASEAN saja, tetapi, lebih dari itu, Indonesia banyak memberi sumbangsih terhadap iklim geopolitik kawasan, dan juga internasional. Contohnya seperti keanggotaan Indonesia dalam G20, ASEAN, OKI, dsb.

Selain itu, status Indonesia sebagai negara maritim dengan wilayah seluas 5.193.250 KMjuga menjadi alasan mengapa bela negara menjadi hal yang sangat penting. Semakin luas wilayah sebuah negara, maka semakin besar pula ancaman bagi negara tersebut. Ancaman di sini bukan hanya berupa ancaman yang langsung tertuju pada kedaulatan negara saja, tetapi juga ancaman-ancaman secara tidak langsung berupa ancaman siber, bahkan ancaman terhadap ideologi negara.

Bela Negara: Kewajiban Seluruh Warga Negara

Bela negara bukan hanya tugas para aparat keamanan dan angkatan bersenjata saja, tetapi lebih dari itu, bela negara merupakan kewajiban bersama seluruh warga negara Indonesia. termasuk di dalamnya mahasiswa, sebagai ujung tombak pergerakan revolusi bangsa, pengawal keberlanjutan dan
keberlangsungan demokrasi negara, dan penyangga keutuhan republik ini.

Mahasiswa tidak hanya berperan dalam menggaungkan ‘slogan-slogan semangat’ belaka, tetapi lebih dari itu, mahasiswa berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa. Dalam sudut pandang pendidikan kewarganegaraan sendiri, bela negara merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan, dan mahasiswa sebagai pelaksana utama dari konsep tersebut. Mengingat mahasiswa menjadi salah satu unsur terbesar dan aset yang dimiliki bangsa Indonesia.

Dengan demikian, mahasiswa harus ‘cerdas’ dalam melaksanakan dan mengimplementasikan konsep bela negara, karena mahasiswa lah yang banyak bersentuhan langsung dengan isu-isu sosial, budaya, politik, pertahanan, serta keamanan bangsa di era global ini. Cerdas membela negara bermakna bahwa mahasiswa harus adaptif menghadapi perkembangan zaman, dan mengerahkan segala upaya dalam upaya membela negara.

Curahan Hati Patah Hati (Lagi)

Di bulan Oktober tahun lalu, saya selesai dengan crush saya semasa SMA dahulu. Perpisahan yang cukup dramatis, karena terpisah jarak dan w...