25 Juni 2025

Air yang Keruh

        Sumber yang keruh, menghasilkan air yang keruh pula. Apalagi jika pipanya berkarat, wah, lengkap sudah. Di kampus, tidak semua dosen mampu mentransfer ilmu dengan baik, begitupun dengan sumber-sumber yang mereka miliki.

        Tak sedikit mengutip sumber yang keliru, dengan berbagai saltik (salah ketik) sana-sini, dan bumbu begitu-begini. Hasilnya? Mahasiswa nurut saja. Intinya, sami’nā wa aṭa’nā (kami dengar dan kami taat). Nilai nomor satu, benar-salahnya wallāhua’lam. Seakan-akan memvalidasi “kebenaran hanya milik Allah saja”.

        Dosen tak crosscheck, mahasiwa malas recheck, cocok. Pola seperti ini yang membuat pendidikan kita begitu-begitu aja. Stagnan, tiada perubahan. Yang berubah hanya gaya mengajar dan outfit belajar, sisanya sama. Membosankan.

        Tak heran, jika banyak mahasiswa yang lebih memilih mendengkur dibanding beranjak dari kasur. Betul apa dikata dosen saya, “mahasiswa banyak yang masuk kelas hanya untuk keluar”. Ironi, memang, tapi itulah kenyataannya.

        Dosen lainmelalui tulisannyacurhat bahwa mahasiswa sekarang seperti patung lilin, hanya duduk dan tersenyum. Ketika ditanya, diam seribu bahasa. Padahal dosennya sudah semangat mengajar. Sayangnya, tak semua dosen punya niat mengajar dan semangat belajar.

As simple as search the materials on Google, copy, and then paste it on power point with tons of writing filling the power point slide.

A kojo mahasiswa? Mandanga, manyalin, mamoto materi (nan salah-salah) se. Siap tu? Lalok se lai, ndak ka dibaco gai doh. Intinyo, “kojo den siap.”

        Walhasil, ketika didebat, diajak diskusi, jawabannya “tapi di makalah begini, di power point Bapak begitu, kata Bapak begono.” Kemudian, ilmu itu ditransfer, diturun-temurunkan ke adik-adik yang baru.

        Harus ada yang berani bicara, mengoreksi yang keliru, menjadi filter, sebelum air itu dimanfaatkan banyak orang.

Bak kecek urang minang,

“Rajo alim, Rajo disambah; Rajo zalim, Rajo disanggah”

“Malawan mamak jo pituah, malawan guru jo kaji”.

Say if u’re right.

 

***

Tulisan di atas merupakan kumpulan utas di akun X pribadi saya (@hafidzarrizki). Sebuah refleksi proses pembelajaran dan perkuliahan saya selama empat semester di kampus atas awan ini []

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

'Arablish: Mafi Musykilah!

  Khamis, dua puluh tiga hari bulan Juli, dua ribu dua puluh enam. Pukul dua puluh dua lewat enam. Aku sedang menulis catatan harianku yan...