Bela negara merupakan topik yang selalu hangat diperbincangkan.
Bukan hanya oleh para pakar dan ahli politik saja, saat ini, mulai dari anak sekolahan,
mahasiswa, hingga bapak-bapak penjaga Pos Ronda pun turut serta membincangkan topik ini. Hal ini bukan tanpa
alasan, mengingat kondisi geopolitik dunia yang dinamis, mulai dari perang secara terang-terangan
seperti yang terjadi di Rusia dan Ukraina, perang dagang antara Cina dan Amerika, bahkan hingga
perang siber yang marak terjadi di era global seperti saat ini. Perlu diingat, tidak ada satupun
orang yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan. Hal inilah yang membuat bela negara
tak akan menjadi topik yang akan basi, atau lapuk dimakan zaman.
Hakikat Bela Negara
Banyak pengertian yang menjelaskan
mengenai bela negara, mulai dari undang-undang, hingga pendapat para ahli. Menurut UU No. 56 tahun 2002, bela negara adalah
sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan Republik
Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan
hidup bangsa dan negara. Sementara itu, menurut Sunarso, bela negara mengandung empat
esensial yang perlu dibela. Pertama, kemerdekaan dan kedaulatan negara. Kedua, kesatuan dan
persatuan bangsa. Ketiga, keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional. Keempat, nilai-nilai dari Pancasila
dan Undang-undang Dasar 1945.
Berdasarkan pengertian di atas, bela
negara dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku warga negara dalam menjaga kedaulatan, kesatuan, persatuan, dan kelangsungan hidup
bangsa, yang didasari atas kecintaan terhadap negaranya.
Mengapa Harus Bela Negara?
Ini merupakan pertanyaan dasar sebelum kita
mengulik lebih jauh mengenai konsep bela negara. Dari sebuah pertanyaan sederhana, akan menghasilkan jawaban yang tidak
terlihat sederhana. Namun, pada artikel ini, tidak akan dibahas konsep bela negara secara mendalam,
melainkan hanya membahas kulitnya saja, dan pembahasan akan dititikberatkan pada peran
mahasiswa dalam membela negara.
Salah satu jawaban dari pertanyaan di
atas ialah, karena Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dipertimbangkan dalam tataran geopolitik internasional.
Bagaimana tidak, lokasinya yang strategis, kekayaan alam yang melimpah, serta beragam keunikan
dan kekayaan adat dan budayanya yang memberi nilai plus yang menjadikan Indonesia dipandang di
mata dunia. Indonesia bukan hanya sekadar ‘pemimpin’ ASEAN saja, tetapi, lebih dari itu,
Indonesia banyak memberi sumbangsih terhadap iklim geopolitik kawasan, dan juga internasional.
Contohnya seperti keanggotaan Indonesia dalam G20, ASEAN, OKI, dsb.
Selain itu, status Indonesia sebagai negara maritim
dengan wilayah seluas 5.193.250 KM2 juga menjadi alasan mengapa bela negara menjadi hal yang sangat penting.
Semakin luas wilayah sebuah negara, maka semakin besar pula ancaman bagi negara tersebut. Ancaman di
sini bukan hanya berupa ancaman yang langsung tertuju pada kedaulatan negara saja, tetapi juga
ancaman-ancaman secara tidak langsung berupa ancaman siber, bahkan ancaman terhadap ideologi
negara.
Bela Negara: Kewajiban Seluruh Warga Negara
Bela negara bukan hanya tugas para aparat keamanan
dan angkatan bersenjata saja, tetapi lebih dari itu, bela negara merupakan kewajiban bersama seluruh warga negara
Indonesia. termasuk di dalamnya mahasiswa, sebagai ujung tombak pergerakan revolusi bangsa, pengawal
keberlanjutan dan
keberlangsungan demokrasi negara, dan penyangga keutuhan republik ini.
Mahasiswa tidak hanya berperan dalam menggaungkan
‘slogan-slogan semangat’ belaka, tetapi lebih dari itu, mahasiswa berperan aktif dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dalam sudut pandang pendidikan kewarganegaraan sendiri, bela negara merupakan suatu kewajiban yang
harus dijalankan, dan mahasiswa sebagai pelaksana utama dari konsep tersebut. Mengingat mahasiswa
menjadi salah satu unsur terbesar dan aset yang dimiliki bangsa Indonesia.
Dengan demikian, mahasiswa harus
‘cerdas’ dalam melaksanakan dan mengimplementasikan konsep bela negara, karena mahasiswa lah yang banyak bersentuhan langsung
dengan isu-isu sosial, budaya, politik, pertahanan, serta keamanan bangsa di era global ini. Cerdas
membela negara bermakna bahwa mahasiswa harus adaptif menghadapi perkembangan zaman, dan
mengerahkan segala upaya dalam upaya membela negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar