08 Desember 2025

TAHAPAN PENELITIAN BAHASA

 

TAHAPAN PENELITIAN BAHASA

Muhamad Hafidz Ar Rizki
Bahasa dan Sastra Arab
Adab dan Humaniora
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang


Penelitian di bidang bahasa merupakan salah satu upaya kompleks dan sistematis untuk menjawab berbagai permasalahan di bidang kebahasaan dengan pendekatan dan cara-cara ilmiah. Di samping itu, penelitian juga berfungsi sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti mestilah mengikuti alur/prosedur yang ada, mulai dari merencanakan konsep penelitian, melaksanakan penelitian, hingga melaporkan hasil penelitian. Akan tetapi, hal ini masih luput dari perhatian banyak peneliti termasuk mahasiswa, karena hanya terfokus pada proses pelaksanaan penelitian saja, tanpa memerhatikan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Ibarat menaiki anak tangga, haruslah dimulai dari anak tangga yang pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya; jika memaksakan langsung memijak anak tangga kesepuluh, tentulah kita akan terjatuh. Dalam esai ini, penulis akan coba mengurai tahapan-tahapan yang harus ditempuh sebelum melakukan penelitian, serta komponen-komponen utama dalam penelitian bahasa.

Tahapan dalam melakukan penelitian terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Meskipun sumber-sumber lain menggunakan istilah yang berbeda seperti pra-penelitian dan semacamnya, substansinya tetap sama, yaitu proses yang dilalui pada saat sebelum, selama, hingga setelah penelitian berlangsung. Pertama, tahap perencanaan. Ini merupakan tahap pertama dari sebuah penelitian. Apapun jenisnya, metode dan model yang digunakan, langkah pertama tetaplah melakukan sebuah perencanaan. Jika dianalogikan dengan sebuah bangunan, maka kita perlu untuk merancang blueprint-nya [1] terlebih dahulu, agar kita tidak keliru dalam memasang pondasi selanjutnya. Sebagai seorang mahasiswa yang aktif berorganisasi sejak SMA, penulis teringat dengan satu ungkapan dari seorang pelatih di PMI [2] dulu, yaitu “Perencanaan yang gagal, sama saja merencanakan kegagalan.” Ungkapan ini tentu bisa dimaknai secara luas, bukan hanya dalam konteks berkegiatan dan berorganisasi saja, tetapi juga dalam konteks penelitian yang dilakukan. jika seorang peneliti tidak berhasil memetakan rencana penelitiannya, maka dapat dipastikan penelitian tersebut tidak akan terarah dan sitematis.

Kedua, pelaksanaan. Setelah kita merancang dan merencanakan penelitian dengan matang dan maksimal, langkah selanjutnya yaitu ‘mengeksekusi’ rancangan yg telah kita buat. Proses pelaksanaan penelitian ini harus sesuai dengan jalur/koridor yang telah ditetapkan pada tahap perencanaan, kalaupun ada hal-hal yang terjadi di luar kendali, peneliti harus tetap bisa memastikan substansi penelitiannya tidak melenceng dari apa yang Ia rencanakan. Ketiga, setelah selesai melaksanakan penelitian, langkah terakhir yaitu membuat pelaporan. Pelaporan bertujuan untuk mempertanggungjawabkan seluruh proses yang dilakukan, hasil yang didapatkan, serta kendala yang dihadapi. Ini merupakan tahap terakhir, dan biasanya dituangkan dalam bentuk laporan yang sesuai dengan pedoman penulisan karya tulis ilmiah di instansi masing-masing (sesuai dengan gaya selingkung).[3]

Komponen-komponen utama dalam penelitian bahasa Arab yaitu masalah penelitian, kajian teori, dan metode penelitian. Dimulai dari masalah penelitian, seorang peneliti harus mengetahui bahwa pada hakikatnya, bahasa menjadi objek utama dari sebuah penelitian bahasa.[4] Oleh karena itu, masalah-masalah yang akan diteliti, haruslah berupa masalah/fenomena kebahasaan. Masalah penelitian bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti isu-isu yang sedang ‘hangat’, fenomena-fenomena kontemporer, dll. Beberapa contohnya yaitu penelitian tentang relasi bunyi dan makna (fonologi), analisis kontrastif antara kaidah nahwu Bashrah dan Kufah (sintaksis), leksikon hewan dalam al-Quran (semantik), dan masih banyak contoh yang lainnya.[5] Selanjutnya yaitu kajian teori, berfungsi sebagai landasan untuk memperkuat penelitian. Biasanya, di bagian ini dijelaskan teori-teori yang menjadi landasan penelitian, baik itu linguistik umum (fonologi, morfologi, strukturalisme, sistemik fungsional, dll.) maupun linguistik Arab (nahwu, sharaf, balaghah, dll.)

Selanjutnya yaitu metode penelitian bahasa. Dimulai dengan menentukan paradigm/pendekatan yang akan digunakan, apakah kualitatif, kuantitatif, maupun campuran. Kemudian menentukan data dan sumber data; data adalah objek yang akan diteliti, bisa berupa naskah/manuskrip, dokumen, teks tertulis, media digital, maupun percakapan/wawancara dengan penutur/informan. Sementara itu, sumber data merupakan tempat data diperoleh.

 

REFERENSI

Aisah, Siti. “Hakikat Penelitian Bahasa Indonesia,” 2021.

Astari, Rika, A.Syahid Robbani, Abdul Mukhlis, Muhammad Irfan Faturrahman, dan Fatimah Fatmawati. Metode Penelitian Bahasa Arab Teori & Praktik. Yogyakarta: Laksbang Pustaka, 2022.

Bilqis, Nabilah. “Peran Guru Dalam Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak (Usia 5-6 Tahun).” Universitas Pendidikan Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 2021.

 


[1] Cetak biru; lembaran berisi gambar mendetail mengenai rancangan bangunan yang akan dibangun.

[2] Palang Merah Indonesia

[3] Nabilah Bilqis, “Peran Guru Dalam Pendidikan Seks Untuk Anak Usia Dini Di Taman Kanak-Kanak (Usia 5-6 Tahun),” Universitas Pendidikan Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), 2021).

[4] Siti Aisah, “Hakikat Penelitian Bahasa Indonesia,” 2021.

[5] Rika Astari et al., Metode Penelitian Bahasa Arab Teori & Praktik (Yogyakarta: Laksbang Pustaka, 2022).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Curahan Hati Patah Hati (Lagi)

Di bulan Oktober tahun lalu, saya selesai dengan crush saya semasa SMA dahulu. Perpisahan yang cukup dramatis, karena terpisah jarak dan w...